IMM UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN MENGGELAR SEMINAR PSIKOLOGI YANG
DILAKSANAKAN DI AUDIT KAMPUS DUA UAD ACARA INI DIHADIRI
SELURUH KADER IMM SE DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.
IMM KOMISARIAT FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
MENGGELAR SEMINAR PSIKOLOGI. SEMINAR PSIKOLOGI DILAKSANAKAN DI
AUDITORIM KAMPUS DUA U-A- D, JALAN PRAMUKA,DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA. ADAPUN TEMA YANG DIANGKAT PADA SEMINAR PSIKOLOGI
KALI INI ADALAH PRODUKTIFITAS DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI DAN ISLAM.
SEMINAR KALI INI MENGUNDANG KHOIRUDIN BASORI SELAKU GURU BESAR
PSIKOLOGI SEBAGAI PEMATERI. TUJUAN DARI SEMINAR INI DIHARAPKAN
MAMPU MENDORONG PARA PEMUDA SUPAYA LEBIH PRODUKTIF DALAM
KEHIDUPAN SEHARI-HARI.
KETUA PANITIA SEMINAR PSIKOLOGI BERHARAP/ DENGAN DIADAKANNYA
SEMINAR PSIKOLOGI INI, KADER IMM KHUSUSNYA LEBIH MEMILIKI SINERGI
DALAM MEMBANGUN NEGERI INI.
08 June 2016
PELANTIKAN KETUA IMM JAZMAN ALKINDI PERIODE 2016/17
IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH JAZMAN ALKINDI MENGGELAR
PELANTIKAN KETUA BARU PERIODE 2016-2017 DI ISLAMIC CENTER KAMPUS 4
UNIVERSITAS AHMAD DAHLANN. UZULUL PURWADANA,TERPILIH MENJADI
KETUA BARU IMM JAZMAN ALKINDI PERIODE 2016-2017.
PELANTIKAN KETUA BARU IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH JAZMAN
ALKINDI DIGELAR DI ISLAMIC CENTER KAMPUS 4 UNIVERSITAS AHMAD
DAHLAN YOGYAKARTA. NUZULUL PURWADANA, MAHASISWA FAKULTAS
HUKUM UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN TERPILIH SEBAGAI KETUA BARU IMM
JAZMAN ALKINDI PERIODE 2016-2017. TEMA YANG DIANGKAT DALAM
PELANTIKAN KALI INI ADALAH MEMBINGKAI GERAKAN SEBAGAI UPAYA
PEMBEBASAN KAUM MUSTAD’AFIN.
NUZULUL MENGATAKAN/ PROGRAM KERJA YANG AKAN DILAKSANAKAN
SELAMA SATU TAHUN KEDEPAN ADALAH MEMBINGKAI GERAKAN SEBAGAI
UPAYA PEMBEBASAN MUSTAD’AFIN SERA MENGAWAL PEMILUKADA 2017 DI
WILAYAH YOGYAKARTA.
SELAIN DIHADIRI SELURUH JAJARAN DAN KADER IMM JAZMAN ALKINDI,
PELANTIKAN KALI INI DIHADIRI PULA OLEH WAKIL KETUA MAJELIS EKONOMI
DAN KEWIRAUSAHAAN PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH AHMAD SYAUQI
SOERATNO/ UNTUK MEMBERIKAN STADIUM GENERAL.
PELANTIKAN KETUA BARU PERIODE 2016-2017 DI ISLAMIC CENTER KAMPUS 4
UNIVERSITAS AHMAD DAHLANN. UZULUL PURWADANA,TERPILIH MENJADI
KETUA BARU IMM JAZMAN ALKINDI PERIODE 2016-2017.
PELANTIKAN KETUA BARU IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH JAZMAN
ALKINDI DIGELAR DI ISLAMIC CENTER KAMPUS 4 UNIVERSITAS AHMAD
DAHLAN YOGYAKARTA. NUZULUL PURWADANA, MAHASISWA FAKULTAS
HUKUM UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN TERPILIH SEBAGAI KETUA BARU IMM
JAZMAN ALKINDI PERIODE 2016-2017. TEMA YANG DIANGKAT DALAM
PELANTIKAN KALI INI ADALAH MEMBINGKAI GERAKAN SEBAGAI UPAYA
PEMBEBASAN KAUM MUSTAD’AFIN.
NUZULUL MENGATAKAN/ PROGRAM KERJA YANG AKAN DILAKSANAKAN
SELAMA SATU TAHUN KEDEPAN ADALAH MEMBINGKAI GERAKAN SEBAGAI
UPAYA PEMBEBASAN MUSTAD’AFIN SERA MENGAWAL PEMILUKADA 2017 DI
WILAYAH YOGYAKARTA.
SELAIN DIHADIRI SELURUH JAJARAN DAN KADER IMM JAZMAN ALKINDI,
PELANTIKAN KALI INI DIHADIRI PULA OLEH WAKIL KETUA MAJELIS EKONOMI
DAN KEWIRAUSAHAAN PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH AHMAD SYAUQI
SOERATNO/ UNTUK MEMBERIKAN STADIUM GENERAL.
PERKEMBANGAN DAYA TARIK WISATA DI DIY MENGGEMBIRAKAN , 2016 KUNJUNGAN WISATA KE DIY TELAH MELAMPAUI TERGET
![]() |
| tugu jogja |
Yogyakarta sebagai daerah yang terkenal dengan kota budaya
dan pendidikan menunjukkan perkambangan yang tidak
mengecewakan dalam bidang pariwisata. Kunjungan wisatawan
ke yogyakarta telah melampaui target 2017, yaitu sekitar tiga
koma delapan juta wisatawan nusantara dan tiga ratus delapan
ribu wisatawan manca negara pada tahun ini.
Sebagai salah satu daerah di indonesia yang terkenal dengan
bidang pendidikan, kebudayaan, dan pariwisatanya, yogyakarta
mengalami perkembangan yang cukup baik dalam ketiga bidang
tersebut terutama dalam bidang pariwisata. Prkembangan
pariwisata yogyakarta dapat dikatan menggembirakan dengan
beberapa indikator perkembangan wisata daerah istimewa
yogyakarta yang dapat dilihat dari jumlah kunjungan wisata,
lama tinggal, dan pembelanjaan masyarakat yang terjadi di diy.
Setyawan selaku dinas pariwisata diy mengatakan, bahwa
kunjungan wisatawan ke yogyakarta pada tahun ini telah
melampaui target untuk tahun 2017, yaitu sekitar tiga koma delapan
juta wisatawan nusantara dan tiga ratus delapan ribu wisatawanmanca negara,
selanjutnya setyawan menambahkan,yogyakarta akan menjadikan
daya tarik wisata,pendidikan dan kebudayaan sebagai satu pilar
yang didukung seagai sendi satu usaha jasa untuk kesejahteraan
masyarakat.
Kritisi Demokrasi, Busyro Muqqodas Pertanyakan Fungsi DPR
Mantan ketua umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2010, M. Busyro Muqoddas, S.H.,M.Hum. memberikan kritik terhadap demokrasi yang tengah berjalan di Indonesia dalam sesi panel Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan yang berlagsung di Ruang sidang AR. Fachrudin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (24/5). Dalam sesi panel yang bertajuk ‘Demokrasi, Politik Pemerintahan dan Penegakan Hukum’ ini, Busryo menyampaikan bahwa tingkat demokrasi yang tinggi akan diiringi dengan tingkat korupsi yang tinggi pula. Menurut Busyro hal itu diakibatkan oleh terdistorsinya nilai-nilai kebangsaan dalam praktik demokrasi pada politik negara.
“Terdapat ketimpangan dalam hubungan state, private sector, dan civil society organizations. Saat ini yang terjadi adalah dominasi peran antara negara dan private sector, hal inilah yang mereduksi nilai-nilai demokrasi pada tataran negara”, jelas Busyro. Busryo menambahkan bahwa peran masyarakat madani diabaikan oleh negara, padahal peran masyarakat madani justru mampu menguatkan kedaulatan bangsa dengan mempengaruhi kebijakan negara.
Fungsi legislatif sebagai hasil dari proses demokrasi juga turut menjadi kritik Busyro. Ia memandang saat ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengalami pergeseran fungsi yang lebih condong berperan sebagai alat politik partai politik dibanding sebagai dewan perwakilan yang mewakili rakyat.
“Sejak rezim orde baru hingga sekarang terjadi intervensi penguasa terhadap DPR dan partai politik, sehingga kontribusi DPR secara riil belum bisa dirasakan dibanding dengan kontribusi partai politik yang sarat dengan kepentingan,” ungkapnya.
Diakhir panel, Busyro menyampaikan rekomendasi penting untuk demokrasi yang ideal bagi bangsa Indonesia. Ia menekankan pentingnya kembali pada sumber moralitas bangsa yakni Pancasila dan preambule UUD 1945.
“Perumusan tafsir Preambule UU 1945 dan perumusan paradigma kehidupan berbangsa perlu dilakukan. Penyusunan strategi yang mensirnegikan pemerintah, DPR dan juga civil society juga wajib dilakukan demi Indonesia yang berdaulat”, jelas Busyro.
Agama dan Pancasila Sama Sekali Tidak Bertentangan
Agama dan Pancasila merupakan dua hal yang melekat dalam nilai kultur masyarakat Indonesia. Kedua hal itu merupakan dua hal yang sama sekali tidak bertentangan karena nilai-nilai agama diejawantahkan dalam sisa-sila Pancasila.
Hal itu merupakan poin penting yang disampaikan dalam sesi paralel Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) di Ruang Sidang Gedung Kasman Singodimedjo Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa pagi (24/5). Sesi tersebut dihadiri oleh empat tokoh nasional seperti rohaniawan Katolik Frans Magnis Suseno, Prof. Dr. Amin Abdullah, Prof. Dr. Chamamah Soeratno, dan Prof. Dr. Syafiq Mughni. Sesi tersebut membahas tema “Budaya Berkemajuan: Revitalisasi Karakter: Aktualisasi Agama dan Pancasila dalam Identitas Keindonesiaan”.
Cendekiawan muslim Prof. Dr. Amin Abdullah, dalam paparannya menyatakan bahwa pemikiran politik keislaman di Indonesia penting untuk terus dikembangkan agar agama dan pancasila dapat berjalan berbarengan untuk menangkal pergolakan seperti fenomena Arab Spring yang melanda negara-negara Timur Tengah. Di samping itu ia juga menyatakan bahwa Islam di Indonesia memiliki korelasi kultural dengan pancasila yang membuat pemikiran politik keislaman di Indonesia lebih mudah diterapkan.
“Pemikiran politik keislaman sangat sulit dikembangkan di negara Timur Tengah. Indonesia dengan Pancasila dapat mengembangkan pemikiran tersebut lebih mudah melihat kultur di Indonesia. Pemikiran tersebut penting untuk menangkal Arab Spring masuk ke Indonesia. Tantangannya sekarang adalah kompleksitas antara agama dan pluralitas di Indonesia,” tutur Amin Abdullah.
Ditegaskan oleh paparan Romo Magnis, ia memaparkan bahwa Islam tidak bisa lepas dari kebangkitan nasional, hal yang digarisbawahi dari kebangkitan Islam itu pula, menurut Romo Magnis merupakan sumbangan yang luar biasa ketika para tokoh Islam tidak mengkhususkan posisi Islam dalam konstitusi dan dasar negara. “Kebangkitan Islam adalah bagian dari kebangkitan nasional dengan adanya Budi Oetomo, Serikat Indonesia, dan Muhammadiyah. Hebatnya mereka tidak mengkhususkan posisi Islam dalam ideologi dan dasar negara. Itu merupakan sumbangan yang luar biasa,” ungkap Romo Magnis.
Lebih lanjut ia membandingkan antara Indonesia tahun 1998 dan Mesir tahun 2010 yang sama-sama mengalami democratic spring. Mesir gagal menjalankan demokrasi, Indonesia berhasil menjalankan demokrasi beringingan dengan Islam lewat tokoh-tokoh Islam seperti B.J. Habibi, Amin Rais, dan Gus Dur.
Sementara itu pemapar ketiga, Prof. Syafiq A. Mughni, memaparkan bahwa agama dan Pancasila adalah dua hal yang sama sekali tidak bertentangan. “Agama dan Pancasila sama sekali tidak bertentangan dan nilai agama diejawantahkan dalam pancasila di mana sila-sila yang ada itu sebetulnya nilai agama yang mendasari, Muhammadiyah komitmen terhadap kedua hal itu,” terang Syafiq Mughni.
Di samping itu Syafiq Mughni menyoroti pragmatisme yang kian merajalela dalam masyarakat yang mengesampingkan idealisme. Hal itu jelas bertentangan dengan nilai-nilai agama maupun Pancasila. “Pragmatisme merajalela dalam diri bangsa kita, tidak lagi pada idealisme, semua jalan ditempuh demi keuntungan pribadi, bangsa kita sering berorientasi pada kuantitas. Bangga dengan jumlah, tapi agama hanya simbol dan jargon,” tambah Syafiq.
Prof. Jimly Asshidiqie : Hukuman Penjara Lebih Mahal dari Kebiri
Penilaian banyaknya anggaran yang dikeluarkan bagi hukuman kekerasan seks melalui pengibirian tersebut dibantah oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Jimly Asshidiqie. Dalam bantahannya, Jimly menyebutkan bahwa banyaknya kasus tersebut menjadikan Indonesia membutuhkan kapasitas ruang untuk menampung pelaku kriminal di Indonesia, sehingga diperlukan banyak anggaran untuk membangun kembali penjara bagi pelaku kriminalitas.
“Saya setuju dengan hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual, enggak mahal kok, justru lebih mahal hukuman penjara karena harus memberi makan, membangun penjara lagi karena kapasitas penjara kurang, “ kata Prof. Jimly saat diwawancarai usai Dialog Kebangsaan pada Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan di Sportorium UMY, senin (23/05) malam.
Prof. Jimly menambahkan, pelaku tindak kejahatan apabila dihukum penjara justru kejahatan akan semakin berkembang. Ditambah lagi pemberian remisi bagi pelaku kejahatan tersebut, yang menjadikan masyarakat tidak takut melakukan kejahatan kriminalitas. “Penjara saat ini semakin penuh, sekitar 40% pelaku tindak kejahatan yang telah terbebas, justru mereka lebih canggih dalam melakukan trik kejahatan. Hanya sedikit sekali yang benar-benar tobat setelah keluar dari penjara,” paparnya.
Banyaknya desakan untuk menghukum kebiri bagi pelaku kejahatan seksual, Prof. Jimly menyebutkan bahwa hal itu merupakan suatu hal yang wajar, karena itu sebagai bentuk kemarahan masyarakat atas apa yang terjadi saat ini. “Kejahatan Seksual lebih miris dari Kejahatan Narkoba, karena bisa merusak masa depan korbannya. Orang yang memperkosa anak kecil, masak cuma dihukum 9 tahun? Lebik baik hukum mati aja” kecamnya.
Prof. Jimly juga memberi saran untuk jangan terburu-buru membuat aturan setelah ada kejadian. “Saat ini tidak perlu untuk membuat PERPU (Peraturan Perundang-Undangan, red). Hukum saja para pelaku dengan Undang-undang yang ada sekarang ini. Biar pelaku ditindak sesuai dengan ketentuan, namun dengan hukuman maksimal agar memberikan efek jera,” saran Jimly.
Hasyim Muzadi Ajak Muhammadiyah dan NU Untuk Bersama Membendung Komunisme
K.H. Dr (HC) Hasyim Muzadi mengajak Muhammadiyah dan NU untuk bekerjasama mewujudkan cita-cita pendiri bangsa, dalam Dialog Kebangsaan Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan yang diadakan di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin malam (23/5). Dalam wawancara singkat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 1999-2010 mengatakan perlunya NU dan Muhammadiyah bersinergi untuk membendung komunisme dengan menguatkan pagar politik, agama, dan membantu meningkatkan serta menyetarakan kesejahteraan bangsa.
“Problemnya adalah, pergerakan komunisme menyusup dengan memanfaatkan keadaan negara yang tidak stabil. Seperti pecahnya kabinet, itu merupakan bukti bahwa mereka masih punya kekuatan”, jelas Hasyim, saat diwawancarai seusai Dialog Kebangsaan, Senin malam (23/5). Hasyim menjelaskan bahwa pagar politik mampu membendung ajaran atheisme, sehingga Muhammadiyah dan NU sebagai organisasi masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai islam mampu memberikan pendidikan agama lebih mendalam.
Ketidakstabilan perpolitikan Indonesia menjadi salah satu celah kembalinya ideologi komunis. Kondisi yang dialami Indonesia saat ini adalah politik digunakan sebagai manuver yang sengaja diciptakan untuk menarik perhatian dan sekedar demi kepentingan. Indonesia kehilangan pemimpin dan yang ada hanya pejabat.
“Untuk menjadi pejabat butuh kendaraan partai politik, untuk menang dalam kontes politik butuh menggunakan manuver agar mendapat perhatian publik,” jelasnya.
Dalam dialog yang bertajuk ‘Mewujudkan Cita-Cita Pendiri Republik: Perspektif Sosial, Ekonomi dan Politk’ ini, Hasyim juga mengkritisi Hak Asasi manusia (HAM) yang menurutnya saat ini hanya digunakan sebagai salah satu alat manuver politik. Padahal dalam UUD 1945, para pendiri bangsa sudah mengatur HAM secara proporsional. Sehingga, HAM saat ini harus dikembalikan lagi sesuai amanat konstitusi.
“HAM harus segera dikembalikan sesuai dasar negara Pancasila dan UUD 1945, jika tidak akan menjadi predator movement, bukan sebagai dasar humaniter,” tegas Hasyim. Dirinya menyayangkan ketika dasar negara dikhianati demi kepentingan politik.
Dalam dialog yang juga dihadiri oleh Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif, MA dan Prof. D. Jimly Asshidiqie ini, digagas ide-ide untuk memurnikan lagi konstitusi Indonesia. Para tokoh berharap, hasil konvensi ini mampu diselenggarakan oleh pemerintah demi kemakmuran rakyat madani.
Muhammadiyah Berikan Tiga Rekomendasi terkait Maraknya Kejahatan Seksual
Maraknya isu tentang kejahatan seksual akhir-akhir ini menarik berbagai pihak untuk mengambil sikap dan bersuara, tak terkecuali bagi Muhammadiyah.
Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang ditemui selepas acara Dialog Kebangsaan dalam acara Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) pada Senin malam (23/5) di Sportorium UMY menyatakan keprihatinan Muhammadiyah akan maraknya kasus kejahatan seksual yang melibatkan anak di bawah umur.
“Kejahatan seksual ini adalah sesuatu yang memprihatinkan dan darurat, maka harus segera diambil langkah secara komperensif,” tutur Abdul Mu’ti.
Lebih lanjut, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia menawarkan tiga rekomendasi kepada pemerintah terkait maraknya kejahatan seksual. Pertama, pemberian hukuman yang maksimum bagi pelaku kejahatan seksual berdasarkan Undang-undang. Kedua, kekerasan seringkali terjadi ketika anak-anak sendiri tanpa pegawasan, maka perlu adanya upaya preventif untuk anak-anak agar tidak menjadi korban dengan pendampingan orangtua, kesadaran orangtua terhadap perlindungan anak harus ditingkatkan. Ketiga, perlu adanya regulasi tegas kepada media, di mana banyak hal yang ditayangkan media nyaris tanpa sensor, hal itu dapat mendorong fantasi negatif siapa yang menontonnya tanpa mengurangi hak masyarakat untuk mendapat informasi.
Subscribe to:
Posts (Atom)







